Peluit akhir berbunyi, satu pihak bersorak, sementara pihak lainnya terdiam dengan mata berkaca-kaca.
Padahal, keduanya telah memberikan tenaga, pikiran, dan strategi terbaik.
Lalu, mengapa hasilnya tetap tidak selalu sesuai harapan?
Di atas lapangan hijau, sepak bola memang terlihat seperti pertandingan untuk menentukan menang atau kalah.
Namun, di balik setiap gol, kegagalan, dan kemenangan, tersimpan cerita tentang harapan, perjuangan, kehilangan, serta misteri kehidupan.
Buku Bola, Nasib, dan Air Mata karya Sindhunata mengajak Anda melihat sepak bola dari sisi yang jarang dibicarakan.
Dengan sudut pandang filosofis yang tajam, kisah-kisah pemain, pelatih, dan suporter diolah menjadi ruang perenungan yang begitu dekat dengan perjalanan manusia.
Sebab, seperti dalam kehidupan, kerja keras tidak selalu berakhir dengan kemenangan. Strategi terbaik pun dapat runtuh dalam satu kejadian yang tidak terduga.
Di situlah sepak bola memperlihatkan wajahnya yang paling manusiawi: terkadang kejam, terkadang menakjubkan, tetapi selalu menyimpan makna.
Buku ini bukan hanya untuk pencinta sepak bola. Ini adalah bacaan bagi siapa saja yang pernah berjuang, berharap, kalah, bangkit, dan belajar menerima bahwa ada hal-hal yang berada di luar kendali manusia.
Melalui bahasa yang reflektif, Sindhunata membawa pembaca melampaui skor pertandingan untuk menyelami pertemuan antara keringat, air mata, dan nasib.
Miliki Bola, Nasib, dan Air Mata, lalu temukan bagaimana sebuah pertandingan dapat mengajarkan begitu banyak hal tentang kehidupan.