Dalam proses banding dan kasasi, memahami perkara saja belum cukup.
Setiap alasan hukum perlu disusun secara logis, sistematis, tepat, dan tetap tunduk pada prinsip bahasa hukum.
Masalahnya, tidak ada satu standar baku yang benar-benar seragam dalam membuat memori banding, kontra memori banding, memori kasasi, maupun kontra memori kasasi.
Praktiknya sering mengikuti kebiasaan masing-masing.
Namun, hal ini bukan berarti penyusunannya dapat dilakukan tanpa dasar dan struktur yang jelas.
Buku Memori Banding dan Memori Kasasi karya Jeremias Lemek, S.H. hadir sebagai penuntun praktis untuk memahami bagaimana sebuah memori hukum seharusnya dibangun.
Melalui kumpulan contoh yang disusun secara sistematis, buku ini memperlihatkan cara mengembangkan konsep hukum dengan memperhatikan logika, bahasa Indonesia, bahasa hukum, hukum formil, hukum materiil, peraturan perundang-undangan, hingga yurisprudensi.
Pembaca tidak hanya mendapatkan gambaran mengenai bentuk dokumen, tetapi juga dapat mempelajari alur berpikir di balik penyusunan alasan-alasan hukum yang lebih terarah dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ditulis berdasarkan pengalaman penulis dalam melihat berbagai kelemahan penyusunan memori di lapangan, buku ini didukung literatur yang memadai dan menghadirkan format yang dalam beberapa bagian berbeda dari pola yang umum digunakan.
Buku ini relevan bagi advokat, hakim, jaksa, polisi, mahasiswa hukum, praktisi, serta siapa pun yang ingin memperdalam keterampilan menyusun dokumen upaya hukum.
Jangan hanya memahami perkara, pelajari juga cara menuangkan argumentasi hukum secara lebih sistematis, jelas, dan meyakinkan.
Miliki buku Memori Banding dan Memori Kasasi sekarang dan jadikan sebagai referensi dalam menyusun memori hukum yang lebih baik dan benar.