Pernah merasa harus tertawa di depan orang lain, padahal di dalam hati sedang hancur?
Seolah hidup berjalan normal, tetapi ada bagian dari diri yang terasa kosong, asing, dan tidak dimengerti siapa pun.
Perasaan itu sering disembunyikan, dipendam, dan pura-pura tidak ada.
No Longer Human karya Osamu Dazai ditulis dengan gaya I-Novel yang begitu jujur dan personal, seolah Anda sedang membaca isi hati seseorang yang tidak pernah berani ia katakan kepada dunia.
Novel ini bukan hanya cerita, tetapi pengakuan tentang rasa malu, kesepian, kegagalan memahami orang lain, dan perjuangan memakai “topeng” agar terlihat baik-baik saja di mata dunia.
Saat membaca buku ini, Anda akan merasa dipahami.
Anda akan menemukan bahwa perasaan rapuh, takut, dan merasa tidak cocok dengan dunia bukan hanya Anda yang merasakan.
Ada banyak orang yang diam-diam berjuang dengan perasaan yang sama, dan buku ini seperti cermin yang memantulkan sisi manusia yang jarang dibicarakan.
No Longer Human menjadi salah satu karya sastra Jepang paling berpengaruh dan terus dibaca lintas generasi karena kejujurannya yang menyentuh sisi terdalam manusia.
Banyak pembaca merasa buku ini bukan sekadar novel, tetapi pengalaman emosional yang membekas lama setelah halaman terakhir selesai.
Jika Anda ingin membaca sebuah buku yang jujur, menyentuh, dan membuat Anda melihat manusia dari sudut pandang yang berbeda, maka No Longer Human adalah buku yang perlu Anda miliki dan baca perlahan, karena mungkin di dalamnya, Anda akan menemukan bagian dari diri Anda sendiri.