Ruang Intensive Care Unit atau ICU bukan hanya menghadirkan tantangan bagi pasien dan tenaga kesehatan.
Di balik pintu ruang perawatan intensif, ada keluarga yang menunggu dengan perasaan cemas, takut, bingung, serta menghadapi berbagai tekanan yang tidak selalu terlihat.
Buku Prediktor Stres Keluarga di Intensive Care Unit (ICU) mengajak pembaca memahami pengalaman keluarga ketika salah satu anggotanya menjalani perawatan intensif.
Pembahasannya disusun dari dasar, mulai dari gambaran ruang perawatan intensif, konsep stres keluarga, kesehatan keluarga, hingga pendekatan pelayanan yang melibatkan keluarga.
Melalui buku ini, pembaca dapat mengenali berbagai kondisi yang berpotensi memengaruhi tingkat stres keluarga pasien ICU.
Pemahaman tersebut dapat membantu tenaga kesehatan memberikan komunikasi, pendampingan, dan pelayanan yang lebih peka terhadap kebutuhan pasien sekaligus keluarganya.
Konsep Family Centered Care juga dibahas sebagai bagian penting dalam perawatan intensif.
Keluarga tidak hanya dipandang sebagai pihak yang menunggu, tetapi sebagai bagian dari proses pelayanan yang perlu mendapatkan informasi, dukungan, dan perhatian secara tepat.
Dilengkapi hasil penelitian mengenai prediktor stres keluarga di ICU, buku ini menawarkan pembahasan ilmiah yang relevan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, perawat, serta tenaga kesehatan yang ingin memperluas wawasan tentang pelayanan intensif berbasis keluarga.
Ditulis oleh Zahara Farhan, Prof. Kusman Ibrahim, Aat Sriati, dan Devi Ratnasari, buku ini dapat menjadi referensi untuk memahami sisi lain perawatan ICU yang sering luput dari perhatian.
Miliki buku Prediktor Stres Keluarga di Intensive Care Unit dan tingkatkan pemahaman tentang pelayanan kesehatan yang lebih manusiawi, peka, dan berpusat pada keluarga.