Dulu kita pernah bermimpi jadi seseorang yang hebat.
Punya pencapaian besar, hidup yang dikagumi, dan nama yang diingat banyak orang.
Tapi semakin dewasa, rasanya impian itu pelan-pelan berubah.
Kita tidak selalu ingin hidup yang luar biasa. Kadang, kita hanya ingin hari yang berjalan normal.
Bisa makan dengan tenang, tidur tanpa pikiran berat, bekerja tanpa merasa hancur, dan pulang dengan hati yang masih utuh.
Aneh, ya? Hal yang terlihat sederhana ternyata tidak selalu mudah dijalani.
The Happiness of Adults is Quiet karya Taesoo hadir seperti teman duduk di sebelahmu, bukan untuk menggurui, bukan juga menjanjikan hidup akan langsung baik-baik saja.
Buku ini bicara dengan jujur tentang lelahnya menjadi dewasa, tentang ekspektasi yang sering terlalu bising, dan tentang keinginan kecil untuk sekadar bertahan tanpa harus terlihat hebat.
Di dalamnya, kamu akan menemukan kalimat-kalimat yang terasa dekat dengan hidup sendiri.
Tentang rasa capek yang sering disembunyikan, tentang bahagia yang tidak selalu perlu dirayakan keras-keras, dan tentang bagaimana hidup yang biasa saja ternyata bisa menjadi tempat paling nyaman untuk pulang.
Buku ini cocok untuk kamu yang sedang merasa dunia terlalu menuntut, tapi tidak tahu harus cerita ke siapa.
Cocok untuk kamu yang ingin memahami bahwa tidak apa-apa jika hari ini belum luar biasa, selama kamu masih bisa melangkah pelan-pelan.
Mungkin setelah membaca buku ini, hidupmu tidak langsung berubah besar.
Tapi mungkin kamu akan lebih mudah menarik napas, memaafkan diri sendiri, lalu berkata dalam hati, “Ternyata, hidupku tidak seburuk itu.”
The Happiness of Adults is Quiet adalah bacaan yang lembut untuk hati yang sedang lelah.
Karena kadang, kebahagiaan orang dewasa memang tidak berisik.
Ia hadir diam-diam, dalam hidup yang sederhana, apa adanya, dan masih bisa kita tertawakan.
Miliki bukunya sekarang dan temukan ketenangan kecil yang mungkin selama ini kamu cari.