Di lorong sekolah, sudut kantin, atau ruang kelas, perundungan sering muncul dalam bentuk yang terlihat biasa.
Sebuah julukan yang terus diulang, bisikan yang membuat seseorang tersisih, hingga dorongan yang dianggap sekadar senda gurau.
Karena tidak selalu meninggalkan luka yang terlihat, banyak kejadian akhirnya berlalu tanpa disadari.
Padahal, perundungan dapat memengaruhi rasa aman, kepercayaan diri, hubungan sosial, dan cara seorang anak memandang dirinya sendiri hingga bertahun-tahun kemudian.
Melalui The Psychology of School Bullying, Peter K. Smith mengajak pembaca memahami perundungan berdasarkan riset psikologi selama empat dekade.
Buku ini menguraikan ketidakseimbangan kekuatan, pola perilaku yang berulang, serta keterlibatan pelaku, korban, pembela, dan penonton dalam dinamika yang jauh lebih kompleks daripada yang tampak.
Temuan ilmiah dipadukan dengan pengalaman nyata para penyintas, sehingga pembaca tidak hanya memahami apa yang terjadi, tetapi juga melihat dampaknya dari sudut pandang mereka yang mengalaminya.
Buku ini dapat menjadi bekal berharga bagi orang tua, guru, pendidik, konselor, dan pengelola sekolah untuk mengenali tanda-tanda perundungan serta merancang langkah pencegahan yang berpijak pada bukti, bukan sekadar dugaan atau niat baik.
Sebab, menciptakan sekolah yang aman dimulai dari keberanian untuk memahami apa yang selama ini luput terlihat.
Miliki The Psychology of School Bullying karya Peter K. Smith dan temukan pemahaman yang lebih utuh untuk membantu menghadirkan ruang belajar yang aman, peduli, dan manusiawi bagi setiap anak.